PIMPINAN CABANG
PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA
KABUPATEN TAKALAR 2016 - 2019
| Sebersih-Bersih Tauhid | Setinggi-Tinggi Ilmu | Sepandai-Pandai Siyasah |

Harapan Pada Bupati Baru Takalar

Pasangan Burhanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim telah dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Takalar periode 2011 – 2016, jumat (21/12/2012). Pasangan ini terpilih melalui pemilihan langsung kepala daerah secara demokratis oktober silam. Pasangan yang diusung oleh Partai Golkar ini meraih suara terbanyak, yakni 49.521 atau 30,41%.

Selama masa kampanye, pasangan yang lebih dikenal dengan tagline Bur – Nojeng ini menawarkan 12 program unggulan yang akan mereka laksanakan begitu terpilih. Setelah pelantikannya, kini saatnya masyarakat menanti perwujudan dari janji-janji kampanye yang telah disampaikan.
Program unggulan Bur – Nojeng yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di antaranya adalah pemberian bantuan modal usaha dengan pola kemitraan, pembangunan ekonomi desa, pembangunan infrastruktur daerah, pengembangan potensi pariwisata, peternakan, dan pertanian, serta optimalisasi layanan bagi warga kepulauan.
Sementara itu, program untuk sektor pendidikan dan kesehatan, Bur – Nojeng menjanjikan pemberian asuransi jiwa bagi masyarakat miskin, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, pemberian bantuan penyelesaian studi S2 dan S3 untuk mereka yang kurang mampu, serta melakukan pertukaran pelajar terutama untuk daerah yang mengembangkan jagung dan semangka.
Pengembangan sumber daya aparatur juga tak lepas dari perhatian pasangan ini. Sedang peningkatan kualitas sumberdaya manusia akan dilakukan dengan pemberian pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas. Tak lupa, Bur – Nojeng juga akan membangun land mark kota Takalar, yang akan menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat.
Pembangunan Manusia Sebagai Priotitas
Sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, tujuan negara ini adalah (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (2) untuk memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Tujuan ini merupakan tujuan suci yang harus bersama-sama diwujudkan oleh semua level kepemimpinan di republik ini, termasuk pemerintah daerah. Untuk mendorong akselerasi pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, maka Indonesia menerapkan desentralisasi pemerintahan melalui kebijakan otonomi daerah.
Salah satu fokus utama pembangunan adalah pembangunan manusia. Pembangunan manusia akan melahirkan manusia Indonesia yang sehat dan berumur panjang, cerdas, kreatif, terampil, terdidik, dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, serta menjadi manusia yang mandiri dan memiliki akses untuk mendapatkan penghidupan yang layak.
Pendekatan konseptual untuk melakukan pembangunan manusia selayaknya mencakup empat elemen pokok, yaitu produktivitas, pemerataan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pembangunan yang mendorong produktivitas berarti bahwa proses pembangunan yang dilaksanakan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat secara ekonomi. Hal ini akan mendorong masyarakat untuk memperoleh pendapatan dan dapat berpartisipasi dalam dunia kerja. Pembanguan yang berdimensi pemerataan berarti bahwa proses pembangunan harus memberi ruang yang sama kepada semua masyarakat untuk berpartisipasi dalam seluruh sektor, termasuk ekonomi, sosial dan politik.
Pembangunan yang berkelanjutan ditandai dengan pelaksanaan proses pembangunan manusia yang dilaksanakan secara terus-menerus, Sementara pembangunan yang berorientasi pemberdayaan adalah proses pembangunan yang melibatkan semua lapisan masyarakat secara penuh sehingga mereka bisa berdaya dan menyadari bahwa proses yang sedang berjalan adalah dari dan untuk masyarakat.
Sasaran pembangunan manusia yang dilaksanakan, diprioritaskan pada tiga tujuan utama: peningkatan usia hidup (longevity), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent living). Ketiga tujuan utama ini dapat terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index).
Pembangunan Manusia Takalar
Berdasarkan data yang ada, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Takalar Tahun 2010berada pada posisi 22 dengan nilai 68,62 hanya mengalahkan Jeneponto dengan indeks 64,92. IPM ini diperoleh dari jumlah angka harapan hidup, angka melek huruf, dan pengeluaran perkapita masyarakat Takalar.
Angka harapan hidup masyarakat Takalar baru di kisaran 69,52 tahun, sementara menurut UNDP, angka harapan hidup yang baik adalah rata-rata 85 tahun. Angka melek huruf masyarakat Takalar di kisaran 81,8 %, ini berarti bahwa masih ada 18,2 % masyarakat yang seharusnya bisa membaca, namun belum melek huruf. Sementara itu, kemampuan daya beli (pengeluaran perkapita)masyarakat Takalar baru di kisaran Rp. 632.000,-.
Rendahnya pencapaian IPM Takalar, ternyata berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi Takalar sebesar 7,34 % pada tahun 2011, angka ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional di angka 6,3 %. Tentu ini menjadi tantangan bagi pasangan Bur – Nojeng untuk membuktikan bahwa program unggulan mereka mampu menjawab masalah ini.
Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Takalar belum berimplikasi langsung pada perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, serta peningkatan daya belil perkapita. Fakta ini juga berarti bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum dibarengi dengan pemerataan kesejahteraan yang baik.
Belum lagi angka penganguran kita pada tahun 2010 mencapai 7,57 %, lebih tinggi dari rata-rata nasional pada angka 7,14 %. Angka-angka ini menunjukkan bahwa pasangan Bur – Nojeng dituntut untuk bekerja berat dalam mendongkrak IPM Takalar sebagai indikator peningkatan kesejahteraan dan kualitas manusia Takalar seutuhnya.
Namun bila pasangan ini konsisten dengan 12 program unggulan yang dicanangkan selama masa-masa kampanye, ditambah dengan perbaikan manajemen pemerintahan, serta peningkatan stabilitas keamanan demi menjaga trend positif pertumbuhan ekonomi, maka pasangan Bupati – Wakil Bupati Takalar yang baru tentu tak akan kesulitan mewujudkan harapan masyarakat.
Untuk mewujudkan kinerja pemerintahan yang bersih, maka penegakan prinsip-prinsi good governance mutlak perlu dilakukan. Ditambah dengan pelibatan semua komponen masyarakat –termasuk pemuda di dalamnya, maka harapan akan terwujudnya Takalar sebagai Kabupaten terdepan di Sulawesi Selatan tidak mustahil untuk kita wujudkan bersama. Semoga. (*)
Tulisan ini pernah dimuat di PembaharuanNews

Muhammad Kasman, S.E., M.Si. Ketum PC Takalar 2011 - 2013
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : TurungkaNews | ArusMudaNews | Makassar Book Review | Komunitas Pena Hijau | PB PemudaMuslim | PW Sulsel
Copyright © 2017 - PC Pemuda Muslimin Indonesia Kab. Takalar - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger