PIMPINAN CABANG
PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA
KABUPATEN TAKALAR
| Sebersih-Bersih Tauhid | Setinggi-Tinggi Ilmu | Sepandai-Pandai Siyasah |

Kuliah Pemikiran Mengaji Pemikiran "Kartosoewirjo"

TAKALAR, S.M Kartosoewirjo merupakan tokoh Islam di awal kemerdekaan yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kartosoewirjo dikenal sebagai deklarator Negara Islam Indonesia.

Ahmad Basir,  selaku penanggung jawab Bedah Pemikiran Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar mengatakan setiap malam minggu pengurus menggelar bedah pemikiran. Namun untuk tema-tema kita fokusnya pada pemikiran tokoh awal kemerdekaan.

"Ini merupakan tokoh yang ke-5. Memang kita fokus pada pemikiran tokoh awal kemerdekaan.  Kegiatan kita selain merupakan tradisi ini juga bertujuan menambah wawasan kebangsaan para kader. Pembedah kali ini adalah Sekum PC, kanda Rustam" kata Ahmad yang digelar sebagai Rektor pada kegiatan Kuliah Pemikiran Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar. Sabtu,  7/9/2019. Malam.

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo adalah seorang tokoh Islam Indonesia yang memimpin pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah Indonesia dari tahun 1949 hingga tahun 1962, dengan tujuan mengamalkan Al-Qur'an dan mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan hukum syariah

Kartosoewirjo merupakan Pimpinan NII/DII (1949) yang dihukum mati 1962 setelah ditangkap sebagai pemberontak Negara oleh Presiden Soekarno. (Admin/Sek)
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

14 Februari 2021 18.01

Kartosuwiryo adalah pahlawan kami, yaitu pahlawan kaum tertindas, kaum proletar. Bahwa beliau berasaskan Islam secara teguh adalah benar. Tetapi menurut pendapat saya beliau kurang menghubungkan Islam dengan ilmu pengetahuan yang sekarang. Selain itu, Kartosuwiryo cenderung sedikit kepada nasionalisme (beliau menyerukan “kemerdekaan kebangsaan Indonesia”, sedangkan yang perlu diserukan ialah kebangkitan Khilafah Islami yang kesatuan).
Saya berpendapat bahwa Islam sekarang harus diperkuatkan dengan Marxisme-Leninisme (yang betul, yang asli, bukan yang palsu, bukan imperialisme Rusia dan Cina yang berkedok “Marxis-Leninis” semisal Stalinisme, Trotskyisme, Maoisme, PKI Musso-Aidit dan lain-lain) untuk mencocokkan (menyesuaikan) Islam dengan zaman sekarang, dengan ilmu pengetahuan sekarang. Dengan kata lain, Islam harus dicocokkan dengan Marxisme-Leninisme untuk pembersihan Islam dari unsur-unsur mistik, sedangkan Marxisme-Leninisme harus dicocokkan dengan Islam untuk pembersihan Marxisme-Leninisme dari unsur-unsur “Euro-centrism” (pemusatan pada Eropa). Marxisme-Leninisme harus dijadikan sebagai alat untuk mendirikan Negara Islam Khilafah.
Lihat juga: Marxisme dan Hijrah https://gachikus.blogspot.com/2020/05/marxisme-dan-hijrah.html
Marxisme dan Hijrah (Lanjutan)
https://gachikus.blogspot.com/2020/11/marxisme-dan-hijrah-lanjutan.html

Posting Komentar

 
Support : TurungkaNews | ArusMudaNews | Makassar Book Review | Komunitas Pena Hijau | PB PemudaMuslim | PW Sulsel
Copyright © 2017 - PC Pemuda Muslimin Indonesia Kab. Takalar - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger